MUARA TEWEH, NK.com – Anggota DPRD Barito Utara Edi Pran Aji berharap Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat gencar melalukan edukasi dan deteksi dini Human Immunodeficiency Virus – Infeksi Menular Seksual (HIV-IMS). Pasalnya, di daerah ini sudah ditemukan 17 kasus HIV-IMS.
“Kami mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan yang telah melaksanakan skrining HIV dan sifilis secara menyeluruh di puskesmas maupun RSUD. Ini langkah penting untuk deteksi dini dan mencegah penyebaran yang lebih luas,” ujar Edi Pran Aji, di Muara Teweh, Rabu (25/2/2026)
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat agar tidak ada stigma terhadap penderita HIV-IMS serta meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara sukarela.
“Edukasi dan sosialisasi harus terus digencarkan, terutama kepada generasi muda dan kelompok berisiko. Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, kualitas hidup pasien dapat tetap terjaga dan angka penularan bisa ditekan,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Pariadi AR mengatakan, seluruh puskesmas di wilayah Barito Utara bersama RSUD Muara Teweh telah memberikan pelayanan skrining atau pemeriksaan HIV dan sifilis secara komprehensif, baik secara pasif maupun aktif.
“Pelayanan HIV-IMS di Barito Utara sudah berjalan sesuai standar program dari Kementerian Kesehatan. Seluruh puskesmas dan RSUD Muara Teweh melaksanakan skrining HIV dan sifilis secara dini untuk meningkatkan deteksi kasus,” ujar Pariadi.
Ia menjelaskan, pemeriksaan pasif dilakukan atas dasar kesadaran mandiri masyarakat yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memeriksakan diri. Sedangkan pemeriksaan aktif dilakukan petugas kesehatan dengan menjangkau kelompok berisiko guna dilakukan skrining.
Menurutnya, pemeriksaan HIV dan sifilis tidak dapat dipisahkan karena keduanya dapat ditularkan melalui aktivitas seksual berisiko, penularan dari ibu ke anak, maupun melalui kontak darah. Hasil skrining sangat penting untuk deteksi dini sehingga apabila ditemukan kasus positif HIV maupun sifilis, akan segera dilakukan tindak lanjut berupa pengobatan komprehensif.
Pengobatan tersebut meliputi pemberian obat sesuai standar, observasi terapi secara adekuat, serta edukasi berkelanjutan kepada pasien. Upaya ini bertujuan menekan angka kesakitan dan kematian serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani terapi serta dukungan keluarga dan lingkungan sebagai bagian dari sistem pendukung (support system). rey

Komentar