MUARA TEWEH, NK.com – Antusiasme kelompok tani di Barito Utara terhadap Program Bantuan Bibit dan Sarana Produksi (Saprodi) Perkebunan 2026 cukup tinggi. Dinas Pertanian mencatat 65 proposal telah masuk dengan total luasan 1.644 hektare.
Data itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Barito Utara H. Adi Haryadi, dalam Sosialisasi Bantuan Bibit dan Saprodi Perkebunan, di Gedung Balai Antang, Rabu (29/7/2026).
“Alhamdulillah, respons kelompok tani sangat baik. Sampai saat ini telah masuk 65 proposal usulan dengan total luasan 1.644 hektare. Mayoritas usulan berupa bibit kelapa sawit, sedangkan sisanya untuk komoditas kakao dan kelapa dalam,” jelas Adi.
Menurutnya, sektor perkebunan adalah pilar utama ekonomi masyarakat Barito Utara. Karena itu, bantuan bibit dan saprodi menjadi program prioritas Bupati dan Wakil Bupati untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kehadiran pemerintah daerah di tengah para petani,” ujarnya.
Untuk memastikan program tepat sasaran, Dinas Pertanian telah melakukan sosialisasi maraton di 9 kecamatan bersama PPL. Selanjutnya seluruh usulan akan diverifikasi administrasi dan lapangan sebagai dasar penetapan CPCL. Prinsip clean and clear jadi syarat utama sebelum bantuan disalurkan.
Kendala terkait status lahan dan kawasan hutan juga jadi perhatian. Dalam sosialisasi tingkat kabupaten ini, Distan menghadirkan narasumber dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XXI Kalteng, KPHP Barito Tengah, dan Kantor ATR/BPN Muara Teweh.
Adi mengapresiasi camat, kades, lurah, PPL, dan pengurus poktan yang aktif mengusulkan bantuan. Ia berharap program ini memperkuat sektor perkebunan dan mendukung visi Barito Utara yang maju, sejahtera, dan berkeadilan. rey

Komentar