Beranda » Daerah » Barito Utara » Bupati Shalahuddin Perintahkan Siaga Karhutla: Kerahkan Drone, Aktifkan Siskamling, Libatkan Warga

Bupati Shalahuddin Perintahkan Siaga Karhutla: Kerahkan Drone, Aktifkan Siskamling, Libatkan Warga

Bupati H. Shalahuddin didampingi Wabup Felix Sonadie Y. Tingan, Sekda Muhlis dan unsur Forkopimda saat memimpin rakor karhutla di Teweh Selatan, Selasa (15/9/2026). (foto:istimewa)

MUARA TEWEH, NK.com – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin memerintahkan sistem pertahanan masyarakat semesta untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Instruksi itu disampaikan Shalahuddin saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Aula Kecamatan Teweh Selatan, Selasa (15/9/2026).

Bupati menyebut empat kecamatan menjadi perhatian serius: Teweh Selatan, Teweh Baru, Teweh Tengah, dan Montallat.

Ketua TP PKK Barito Utara Serahkan Santunan untuk 4 KK Korban Kebakaran Liang Buah

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas untuk memadamkan api. BPBD, Damkar, TNI, Polri dan Manggala Agni juga bisa kewalahan. Karena itu, saya minta kita membangun pertahanan terpadu, pertahanan masyarakat semesta,” tegas Shalahuddin.

Tiga Instruksi Bupati

1. Kerahkan Semua Drone

Wakil Ketua II DPRD Barito Utara Dukung Penyelesaian Batas Mea-Tongka secara Musyawarah

Shalahuddin meminta seluruh drone milik Pemkab diterbangkan untuk memantau titik api dari udara.

“Semua drone yang dimiliki Pemda kita terbangkan. Yang bisa menjangkau 3 kilometer, 5 kilometer, kita manfaatkan. Kita ingin melihat titik apinya di mana dan bagaimana perkembangannya,” katanya.

2. Aktifkan Siskamling Malam Hari

Sistem keamanan lingkungan (siskamling) diaktifkan mulai malam ini. Langkah ini diambil karena ada dugaan pembakaran dilakukan malam hari.

Bupati Shalahuddin: Penyelesaian Batas Desa Mea-Tongka Harus Objektif, Jangan Timbulkan Konflik Baru

“Kita aktifkan kembali siskamling. Saya juga akan turun ke lapangan. Kita lihat bersama, ada tidak perubahan titik api ketika masyarakat ikut berjaga,” ujarnya.

3. Tegakkan Hukum Jika Ada Kesengajaan

Bupati mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolres, Dandim 1013/Muara Teweh, dan Kajari terkait dugaan unsur kesengajaan di sejumlah kejadian.

“Ini masih dugaan, bukan menuduh. Selain pencegahan, kita juga minta penegakan hukum jika memang ada pelanggaran. Kalau memang ada yang sengaja membakar, tangkap. Sudah tidak ada toleransi,” tegasnya.

Masyarakat, kades, lurah, ketua RT, dan tokoh adat diminta aktif melapor jika menemukan titik api.

Bupati Shalahuddin Genjot Pembenahan Tiara Batara dan Infrastruktur, Targetkan Air Bersih Tuntas 2027

Bupati menekankan karhutla berdampak serius pada kesehatan. Saat kunjungan ke RSUD Muara Teweh, IGD penuh pasien.

“Di rumah sakit tadi malam IGD seperti pasar. Pasien rawat inap sekitar 122 orang. Penyakitnya bermacam-macam, termasuk ISPA. Artinya dampak karhutla terhadap kesehatan luar biasa,” ungkapnya.

Usai rakor, Pemkab akan memetakan wilayah rawan dan membagi personel penjagaan. Nomor kontak laporan juga harus jelas agar cepat ditangani.

Rakor dihadiri Wabup Felix Sonadie Y. Tingan, Sekda Muhlis, dan unsur Forkopimda. rey

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *