Beranda » Parlemen » DPRD Barito Utara » Anggota DPRD Barito Utara Naruk Saritani: Tiang Listrik Sudah Berdiri, Warga Tapen Raya Tunggu Kejelasan PLN

Anggota DPRD Barito Utara Naruk Saritani: Tiang Listrik Sudah Berdiri, Warga Tapen Raya Tunggu Kejelasan PLN

NARUK SARITANI

MUARA TEWEH, NK.com – Anggota DPRD Barito Utara Naruk Saritani meminta PLN memberikan kejelasan terkait aliran listrik di Desa Tapen Raya, Kecamatan Gunung Timang yang hingga kini belum jelas juntrungnya.
Padahal, di desa yang wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Barito Selatan ini sudah lama berdiri tiang listrik.
“PLN jangan hanya berfokus pada satu wilayah saja, beberapa desa juga menunggu kepastian layanan listrik yang layak, terutama di Desa Tapen Raya,” ujar Naruk, saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Barito Utara bersama PLN Muara Teweh terkait persoalan gangguan listrik di Desa Lemo dan Pendreh, Kamis (20/11/2025)
Anggota Fraksi PDIP dari daerah pemilihan III (Kecamatan Gunung Timang dan Montallat) ini mengatakan, sebentar lagi akan reses daerah pemilihannya, pasti masyarakat akan bertanya terkait aliran listrik yang belum ada realisasinya di Desa Tapen Raya.
“Tiang listrik sudah berdiri, tapi sampai sekarang jaringannya tidak ada. Cukup lama Tapen Raya tidak mendapat aliran listrik. Mohon ada penjelasan dari PLN agar saya bisa menjelaskan kepada warga saat turun reses,” kata Naruk dalam forum RDP.
la menegaskan, warga Tapen Raya sangat menunggu kejelasan. Bukan soal harapan kosong tetapi kepastian teknis dan jadwal realisasi.
“Selama ini masyarakat hanya melihat tiang berdiri tapi tidak menikmati lampu. Kami mohon solusi konkret dari PLN,” tegasnya.
Naruk menegaskan, listrik adalah hak dasar masyarakat, dan pemerataannya tidak boleh menunggu antrean terlalu lama.
“RDP ini harus menjadi pintu solusi, bukan formalitas. Tidak hanya Lemo dan Pendreh tapi Tapen Raya juga berhak mendapat penerangan. Masyarakat menunggu, dan kami akan kawal,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, DPRD Barito Utara menggelar RDP terkait keluhan warga Desa Lemo dan Pendreh yang sudah lama mengalami gangguan listrik serta penurunan tegangan (drop) yang berdampak pada usaha hingga pelayanan publik.
Rapat dihadiri oleh perwakilan tiga desa, PLN ULP Muara Teweh, kepala desa, kecamatan, serta tokoh masyarakat. Pihak PLN memaparkan kendala teknis, termasuk jalur jaringan listrik yang melewati hutan lindung, keterbatasan personel, akses jalan sulit, hingga gangguan pohon tumbang dan cuaca ekstrem.
PLN menyebut rencana pemindahan jaringan ke Bukit Bambu telah disurvei sejak Mei 2025 hingga Oktober 2025. Namun estimasi anggaran mencapai Rp7 miliar sehingga memerlukan dukungan dari pemerintah daerah maupun CSR. rey

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *