PALANGKA RAYA, NK.com – Warga Palangka Raya yang melintasi Bundaran Burung mendadak heboh, setelah melihat puluhan ompreng atau wadah makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berserakan jalanan, Selasa (2/6/2026), sekitar Pukul 10.00.WIB.
Menurut warga, peristiwa ini terjadi saat kendaraan operasional distribusi milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palangka Raya Pahandut Langkai 4 yang mengangkut MBG menuju SMKN-3 Palangka Raya mengalami kendala teknis di tengah perjalanan.
“Saat kendaraan SPPG melintas di sekitar Bundaran Burung, tiba-tiba pintu box mobil terbuka sehingga sejumlah ompreng berisi makanan terjatuh ke badan jalan,” kata Aldi, warga yang melintas di Bundaran Burung, Selasa (2/6/2026) siang.
Dikutip dari Laman TABENGAN.CI.ID, Kepala Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya Analistra Susedia Putri menjelaskan, hasil evaluasi awal menunjukkan kejadian itu disebabkan oleh kelalaian pengemudi yang tidak memastikan sistem penguncian pintu box kendaraan telah tertutup dengan baik sebelum keberangkatan.
“Kendaraan operasional yang sedang melakukan distribusi makanan bergizi menuju SMKN 3 Palangka Raya mengalami kendala teknis berupa terbukanya pintu box kendaraan saat dalam perjalanan,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurut Analistra, meski insiden tersebut sempat mengganggu proses distribusi, pihak SPPG segera melakukan langkah cepat agar pelayanan kepada para siswa tetap berjalan sesuai jadwal.
Pihaknya langsung mengganti seluruh makanan yang terdampak dengan makanan baru yang disiapkan dari dapur produksi dalam jumlah yang sama. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas makanan yang diterima para siswa tetap terjamin serta memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.
“Kalo klarifikasi dari SPPGnya, sebanyak 19 ompreng tercecer dan tidak dapat didistribusikan kepada penerima manfaat. Makanan yang terjatuh tidak kami distribusikan kepada penerima manfaat. Seluruh makanan yang terdampak langsung ditangani sesuai prosedur dan diganti dengan makanan baru,” tegasnya.
Ia menambahkan, keputusan untuk mengganti seluruh makanan yang terdampak merupakan bentuk komitmen penyelenggara program dalam menjaga mutu layanan serta melindungi kesehatan para penerima manfaat.
Dengan penggantian tersebut, hak para siswa penerima Program Makan Bergizi tetap terpenuhi dan tidak mengalami pengurangan jumlah maupun kualitas makanan yang seharusnya diterima.
Sebagai tindak lanjut, Kepala SPPG telah melaporkan kejadian tersebut kepada Koordinator Wilayah dan Koordinator Kecamatan sebagai bagian dari mekanisme pelaporan internal.
Selain itu, pihak mitra bersama manajemen SPPG juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur distribusi yang selama ini dijalankan.
Evaluasi tersebut mencakup pemeriksaan ulang standar operasional pengangkutan makanan, pengecekan kondisi armada distribusi, serta peningkatan pengawasan terhadap petugas lapangan yang bertugas mengantarkan makanan kepada penerima manfaat.
Pihak manajemen juga telah mengambil tindakan tegas terhadap pengemudi yang bertanggung jawab atas insiden tersebut sebagai bentuk pembinaan sekaligus upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Analistra menegaskan, insiden tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi di Kota Palangka Raya.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan di lapangan. Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan standar operasional distribusi Program Makan Bergizi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik, aman, dan optimal,” pungkasnya.
Meski sempat terjadi kendala di lapangan, pihaknya memastikan tidak ada makanan yang jatuh dan tercecer diberikan kepada penerima manfaat. Seluruh makanan yang terdampak telah diganti dengan yang baru sehingga proses distribusi kepada siswa tetap dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. rey

Komentar