MUARA TEWEH, NK.com – Anggota DPRD Barito Utara dari Komisi I Naruk Saritani menegaskan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 harus menjadi momentum pendidikan karakter, bukan ajang perploncoan atau senioritas.
Pernyataan itu disampaikan menanggapi monitoring MPLS yang dilakukan Dinas Pendidikan Barito Utara di sejumlah sekolah pada Rabu (8/7/2026).
“MPLS ini harus melahirkan siswa yang berkarakter, disiplin, dan punya mental kuat. Kami di DPRD tidak ingin mendengar ada sekolah yang masih menjadikan MPLS sebagai ajang perundungan. Itu sudah tidak zamannya lagi,” tegasnya
Ia mendukung penuh kebijakan Disdik Barito Utara yang turun langsung memantau pelaksanaan MPLS di SMPN 10, SMPN 2, SMPN 1, SD Melayu 5 Muara Teweh, serta SD Mampuak di Kecamatan Lahei.
Menurutnya, sekolah wajib mengikuti pedoman MPLS dari Kemendikdasmen. DPRD Barito Utara juga akan ikut mengawasi pelaksanaannya di lapangan.
“Kami minta Disdik dan pengawas sekolah benar-benar memastikan tidak ada kegiatan yang melenceng. Kalau ada sekolah melanggar, harus ada sanksi tegas. Anak-anak berhak merasa aman sejak hari pertama masuk sekolah,” ujarnya.
Politisi Partai PDIP ini juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan ramah anak.
“Membangun karakter itu dimulai dari lingkungan. Jangan sampai peserta didik baru justru trauma di hari pertama sekolah,” tambahnya. rey

Komentar