MUARA TEWEH, NK.com – Penerbangan dari dan menuju Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh kembali dibatalkan, Rabu (26/8/2026). Ini menjadi hari kedelapan berturut-turut penerbangan lumpuh akibat kabut asap.
Kepala Bandara HMS Muhammad Amrillah K mengatakan, pembatalan dilakukan karena jarak pandang pagi hingga siang hanya sekitar 1.000 meter.
“Hari ini hari kedelapan penerbangan batal ke Muara Teweh, akibat kabut asap kembali tebal,” ujarnya.
Sebagai bandara visual, HMS membutuhkan jarak pandang minimal 5.000 meter agar penerbangan aman.
Maskapai yang terdampak yakni Wings Air rute Banjarmasin–Muara Teweh. Sementara Susi Air melayani rute Muara Teweh–Palangka Raya setiap Senin.
Amrillah menyebut belum bisa memastikan jadwal penerbangan Kamis (27/8/2026). “Info dari maskapai biasanya baru masuk malam hari, tergantung cuaca dan jarak pandang,” katanya.
Kabut asap berasal dari karhutla di sekitar bandara. “Dua hari lalu ada karhutla di sisi luar bandara. Tadi malam juga ada kebakaran lahan di jalan masuk, tapi sudah dipadamkan,” jelasnya.
Dampaknya, permintaan jasa transportasi darat melonjak. Sopir carter Muara Teweh–Banjarmasin Jamin mengaku kewalahan melayani warga. “Banyak yang telpon minta dicarter karena pesawat batal,” katanya.
Perjalanan darat ke Banjarmasin ditempuh 9–10 jam. Biaya carter Rp1,4-1,5 juta, sementara travel Rp300-400 ribu per orang. rey

Komentar