PALANGKA RAYA, NK.com – Kalimantan Tengah masuk wilayah risiko tinggi bencana pada Agustus-September 2026. Menyikapi itu, Pemerintah Kabupaten Barito Utara memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Felix Sonadi Y. Tingan usai Rakor BNPB bersama Pemprov Kalteng di Palangka Raya, Kamis (30/7/2026).
“Data BNPB menunjukkan 1.345 kejadian bencana sudah terjadi hingga Juli 2026. Puncaknya diprediksi Agustus-September. Barito Utara tidak boleh lengah,” ujar Felix.
Ia menambahkan, arahan Kepala BNPB Letjen Suharyanto dan Gubernur Agustiar Sabran akan jadi pedoman Pemkab. Pemprov sendiri telah menetapkan Siaga Darurat Karhutla sejak 26 Mei.
Langkah yang disiapkan Pemkab meliputi penguatan koordinasi, kesiapan anggaran, personel, sarana prasarana, serta edukasi masyarakat untuk mencegah karhutla.
“Kami ingin penanganan bencana berjalan cepat, terukur, dan mampu meminimalkan risiko terhadap masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya. rey

Komentar