Selamatkan Naskah Kuno dari Kepunahan, Anggota DPRD Barito Utara Al Hadi Dukung Dissiptaka Lestarikan Warisan Intelektual

H. AL HADI

MUARA TEWEH, NK.com – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Barito Utara (Dissiptaka) menggelar pameran naskah kuno sebagai upaya pelestarian sekaligus edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya warisan intelektual bangsa.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Perpustakaan Daerah Barito Utara, Jalan Durian, Muara Teweh, mulai 24 Februari hingga 13 Maret 2026. Pameran dibuka setiap Senin–Kamis pukul 08.00–15.00 WIB dan Jumat pukul 08.00–15.30 WIB.

Menanggapi kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H Al Hadi, di Muara Teweh, Rabu (25/2/2026), menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan pameran tersebut.

Pergantian Direksi PT MBSM, Anggota DPRD Barito Utara Ardianto Berharap Distribusi BBM Semakin Optimal

“Kami dari DPRD Barito Utara sangat mengapresiasi langkah Dissiptaka dalam melestarikan naskah kuno sebagai bagian dari identitas dan sejarah daerah. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi langkah strategis menjaga warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar H Al Hadi.

Ia menilai, digitalisasi naskah kuno merupakan langkah tepat dalam menghadapi perkembangan teknologi sekaligus menjawab tantangan pelestarian arsip bersejarah.  DPRD, lanjutnya, siap mendukung program pelestarian melalui penguatan kebijakan maupun penganggaran.

“Generasi muda perlu dikenalkan dengan akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam naskah kuno. Dengan begitu, mereka memiliki kebanggaan terhadap daerah dan bangsanya,” tambahnya.

Anggota Dewan Nurul Anwar Seleksi Administrasi Paskibraka Barito Utara 2026

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007, naskah kuno adalah semua dokumen tertulis yang tidak dicetak atau diperbanyak dengan cara lain, baik yang berada di dalam maupun luar negeri, yang berumur sekurang-kurangnya 50 tahun dan memiliki arti penting bagi kebudayaan nasional, sejarah, dan ilmu pengetahuan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana apresiasi, sumber edukasi sejarah, sekaligus upaya nyata penyelamatan naskah kuno dari kepunahan di Kabupaten Barito Utara. rey

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *