MUARA TEWEH, NK.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertranskop UKM) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya reintegrasi sosial dan peningkatan produktivitas.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Unit Pelatihan–Produktivitas Bidang Ketenagakerjaan melaksanakan monitoring dan peninjauan lapangan terhadap kegiatan pelatihan kerja di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan pelatihan yang diselenggarakan oleh LPK Bina Lapas Mandiri berjalan sesuai standar dan target yang telah ditetapkan.
Peninjauan dipimpin oleh Andy Bunga Waley bersama staf. Ia menyampaikan bahwa pelatihan kerja di dalam lapas memiliki peran strategis dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang aplikatif dan berdaya saing.
“Kami melihat potensi yang luar biasa dari warga binaan. Mereka tidak hanya mengisi waktu selama menjalani pembinaan, tetapi benar-benar dipersiapkan menjadi tenaga kerja yang produktif dan siap mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Andy Bunga Waley.
Dalam peninjauan tersebut, tim memantau berbagai jenis keterampilan yang dikembangkan, mulai dari sektor teknik hingga ketahanan pangan. Di bengkel kerja, warga binaan tampak terampil melakukan perbaikan mesin roda dua, sementara di sektor jasa terdapat aktivitas laundry, pangkas rambut, serta keterampilan sulam-rajut benang dan pembuatan jaring ikan (lunta) yang menunjukkan kemajuan signifikan.
Selain keterampilan jasa dan teknik, sektor agribisnis juga menjadi perhatian dengan pemanfaatan area terbatas lapas untuk praktik hidroponik dan budidaya ikan air tawar, yang dinilai memiliki potensi besar sebagai bekal wirausaha bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Sementara itu, Kepala Disnakertranskop UKM Barito Utara HM. Mastur, di tempat terpisah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan kerja tersebut serta menekankan pentingnya sinergi lintas sektor.
“Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, pihak Lapas, dan LPK Bina Lapas Mandiri, kami berharap warga binaan memiliki kepercayaan diri dan keterampilan yang memadai untuk kembali bekerja serta berkontribusi positif bagi perekonomian daerah saat kembali ke lingkungan masyarakat,” ungkap HM. Mastur.
Program pelatihan kerja ini diharapkan dapat menjadi jembatan reintegrasi sosial bagi warga binaan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Barito Utara secara berkelanjutan. rey

Komentar