428 Orang Terluka dan Sembilan Meninggal Akibat Pertikaian di Puncak Jaya

Puncak Jaya
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare saat menggelar ribuan senjata tajam tradisional seperti busur dan anak panah yang diamankan di Mulia, Ibukota Kabupaten Puncak Jaya. (Polres Puncak Jaya)

JAYAPURA, NK.com – Sebanyak 428 orang terluka dan Sembilan meninggal akibat pertikaan antar-pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Puncak Jaya

Demikian diungkapkan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare saat mengelar konferensi pers, di Kota Mulia, Ibukota Kabupaten Puncak Jaya , Papua Tengah,  Selasa (11/3/2025)

Berdasarkan data jua, lanjut Alfred Papare, ada sebanyak 179 bangunan dibakar termasuk satu gedung SD Pruleme serta satu Kantor Balai Desa Trikora.

Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Gunung Timang, Wabup Tekankan Budaya Pemeliharaan, Dorong Usulan Terukur, dan Tepat Sasaran

Selain itu tercatat 28 unit kendaraan bermotor dibakar baik roda empat maupun roda dua, kata Alfred Papare.

Selain itu, dampak pertikaian itu juga mengakibatkan 1.933 orang mengungsi ke berbagai lokasi termasuk di Mapolres Puncak Jaya dan Kodim 1714 Puncak Jaya.

Untuk menciptakan kedamaian di wilayah itu aparat keamanan juga melakukan razia dan menyita berbagai senjata tajam tradisional dan senjata api jenis senapan angin.

Kunjungi Bayi Penderita Hidrosefalus, Bupati Shalahuddin Minta Pelayanan Maksimal dan Rujukan Lanjutan

Pertikaian antara dua kelompok pendukung paslon di pilkada Puncak Jaya itu terjadi sejak tanggal 5 Februari lalu, maka Polda Papua Tengah bersama aparat keamanan melakukan tindakan kepolisian guna menghentikan konflik dan melakukan penangkapan terhadap enam kepala perang.

“Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan dan apabila terbukti sebagai penanggung jawab ataupun kepala perang maka akan ditetapkan sebagai tersangka ,” Alfred Papare seraya mengakui Gubernur Papua Tengah juga telah melakukan mediasi dan kesepakatan dengan paslon nomor urut 1 dan nomor urut 2.

Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara, menambahkan pihaknya terus mengimbau agar masyarakat menghentikan pertikaian dan bagi kedua massa pendukung paslon yang bukan berdomisili di Kota Mulia agar segera kembali ke kampungnya masing-masing.

” Kami dari TNI-POLRI dan Pemerintah Daerah Puncak Jaya akan terus melakukan razia sampai situasi kamtibmas kembali kondusif, dan berharap pertikaian dan pembakaran tidak terjadi kembali karena akan dilakukan penegakan hukum terhadap masyarakat yang melanggar ” Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara. (*)

Pimpin Apel di RSUD Muara Teweh, Bupati Shalahuddin Tegaskan Disiplin dan Soliditas Tim dalam Bekerja

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *